Pembuatan keripik singkong
Pembuatan keripik singkong sangat
sederhana dan tidak dibutuhkan keahlian khusus, tetapi perlu diperhatikan dalam
memilih singkong dan teknik pembuatannya. Apabila menggunakan bahan singkong
yang berkualitas baik dan juga teknik pembuatan yang baik, maka akan
menghasilkan keripik singkong yang enak dan renyah. Singkong yang baik untuk
keripik adalah singkong yang masih muda yang berumur sekitar 3 bulan,tidak
memiliki banyak serat, dan diolah ketika singkong masih dalam keadaan segar.
Bahan-bahan yang diperlukan dalam
pembuatan keripik singkong adalah singkong, garam, bawang putih, air kapur
sirih, air dan minyak goreng. Tahap-tahap pembuatan keripik singkong adalah
sebagai berikut :
1. Langkah awal pembuatan keripik singkong diawali dari memanen singkong yang
sudah berumur sekitar 3 bulan. Dipilih singkong yang tidak terlalu tua, karena
biasanya singkong yang tua cenderung lebih keras dibandingkan singkong yang
muda.
2. Singkong yang sudah dipanen lalu
dibersihkan dari kulit arinya,pembersihan ini dilakukan hingga tidak ada
lagi kulit ari yang tersisa kemudian dicuci hingga bersih. Jika sudah di cuci
dengan bersih, singkong tersebut di iris - iris. Pengirisan bisa dilakukan
dengan dua cara yaitu vertikal dan horizontal, menurut selera dan nilai
jualnya. Irisan harus tipis dan rata agar tidak keras.
3. Bawang putih dan garam dihaluskan,kemudian dimasukkan ke
dalam air,dan ditambahkan sedikit air kapur sirih.
4. Kemudian irisan singkong dimasukkan ke dalam air yang sudah
dibumbui lalu direndam ( sekitar setengah jam atau semalaman agar bumbunya
meresap). Setelah itu ditiriskan, singkong yang telah direndam tersebut
dikeringkan hingga benar - benar kering tanpa terkena sinar matahari secara
langsung.
5. Setelah singkong selesai dibersihkan dan diiris,
kemudian masuk ke tahap penggorengan. Di saat menggoreng singkong, harus selalu
dilakukan pengecekan agar tidak lengket satu sama yang lain. Dan dipastikan
minyak untuk menggoreng singkong dalam keadaan cukup panas.
6. Setelah keripik matang (bagian tepi irisan singkong bewarna
kecoklatan),
keripik singkong ditiriskan, selanjutnya keripik siap masuk ketahap berikutnya
yaitu proses penimbangan dan pengemasan. Dalam proses ini tidak boleh sembarangan mengemasnya, harus dilakukan dengan teliti agar
kemasan tertutup dengan benar. ( Adijaya, 2012)
2.3 Perbandingan keuntungan antara penjualan singkong secara
langsung dengan penjualan singkong
sebagai keripik.
Dalam berwirausaha tujuan
yang paling utama ialah memperoleh keuntungan. Untuk menanam singkong,
rata-rata petani mengeluarkan modal kerja sekitar Rp 500.000,00 per hektar per
musim tanam. Setelah 9 bulan sampai 1 tahun, mereka akan panen sekitar 10 ton
singkong segar. Kalau disaat panen harga singkong Rp 500,00 per kg,
petani akan memperoleh pemasukan sebesar Rp 5.000.000,00. Keuntungan
mereka sebesar 900% dari modal kerja dalam kurun waktu 1 tahun. Sebuah
prosentase keuntungan yang cukup baik. Pendapatan mereka dari singkong memang
sangat besar prosentasenya, namun secara nominal petani singkong tidak akan
dapat hidup dari komoditas tersebut. Itulah sebabnya harus ada suatu
pemanfaatan singkong menjadi produk dengan nilai jual yang lebih tinggi, salah satunya adalah dengan membuat
usaha keripik singkong.
Dalam usaha keripik singkong, selain
menggunakan singkong sebagai bahan utamanya juga diperlukan alat - alat dan
bahan yang lain dalam proses pembuatannya. Sehingga selain modal awal penanaman
singkong, juga diperlukan biaya produksi. Berikut ini adalah biaya yang
diperlukan dalam proses pembuatan
keripik dengan asumsi singkong yang digunakan sebesar 500 kg per produksinya.
a.
Peralatan yang digunakan untuk
produksi.
No
|
Jenis Alat
|
Jumlah (Unit)
|
Harga (Rp/unit)
|
Usia Usaha (th)
|
1
|
Penggorengan
|
2
|
50.000
|
5
|
2
|
Pisau
|
10
|
10.000
|
5
|
3
|
Kompor gas
|
2
|
200.000
|
5
|
4
|
Sarung tangan
|
2
|
5.000
|
1
|
5
|
Plastik
|
20
|
5.000
|
-
|
b. Bahan baku yang digunakan dalam sekali proses
produksi.
No
|
Nama bahan baku
|
Jumlah(kg)
|
Harga (Rp)
|
1
|
Garam
|
10
|
1.000/kg
|
2
|
Bawang putih
|
10
|
15.000/kg
|
3
|
Minyak goreng
|
100
|
7 .000/kg
|
4
|
Kapur sirih
|
4
|
20.000/L
|
c. Jumlah tenaga kerja yang digunakan dalam usaha.
No
|
Jumlah tenaga kerja
|
|||
TKDK
|
TKLK
|
|||
Pria
|
Wanita
|
Pria
|
Wanita
|
|
3
|
-
|
4
|
2
|
|
Keterangan :
TKDK
: Tenaga kerja dalam keluarga
TKLK
: Tenaga kerja luar keluarga
Upah tenaga kerja :
Ø Pria : Rp. 30.000/ HKP
Ø Wanita :
Rp. 30.000/HKP
Ø Jam kerja : 4-6 jam/hari
d.
Harga hasil produksi.
No
|
Satuan
|
Harga(Rp)
|
1
|
1
|
5. 000
|
2.3.1 Analisis usaha
Diasumsikan dalam satu kali proses
produksi rata - rata dihasilkan 1000
bungkus keripik dengan harga produk Rp 5.000,00 per bungkus. Pembayaran upah
tenaga kerja dilakukan setiap pekerjaan selesai dilakukan. Perhitungan biaya
produksi dan keuntungannya adalah sebagai berikut :
1. Biaya
Variabel
Jumlah
|
@(Rp)
|
Total(Rp)
|
|
TLKL
|
4
|
35.000
|
140.000
|
Bawang putih
|
10 kg
|
15.000
|
150.000
|
Garam
|
10 kg
|
1.000
|
10.000
|
Minyak goreng
|
100 kg
|
7.000
|
700.000
|
Plastik
|
10 pack
|
5.000
|
50.000
|
Kapur sirih
|
4 kg
|
20.000
|
80.000
|
Total
|
1.130.000
|
||
2. Biaya Tetap
Nama Alat
|
Jumlah
|
@ (Rp)
|
Umur
Ekonomis
|
Total (Rp)
setelah Penyusutan per tahun
|
Kompor gas
|
2 buah
|
200.000
|
5
|
400.000
|
Penggorengan
|
2 buah
|
50.000
|
5
|
10.0000
|
Sarung
tangan
|
2 buah
|
5.000
|
1
|
100.00
|
Pisau
|
10 buah
|
10.000
|
4
|
100.000
|
TKDK
|
4
|
35.000
|
-
|
140.000
|
Total
|
750.000
|
|||
3. Total
Biaya
Total biaya = Biaya variabel + Biaya
tetap
= Rp 1.130.000,00 + Rp 750.000,00
= Rp 1.880.000,00
4.
Penerimaan Kotor
Penerimaan Kotor = Jumlah produksi x Harga
produksi
= 1000 x Rp 5.000,00
= Rp 5.000.000,00
5.
Pendapatan Bersih
Pendapatan Bersih = Penerimaan kotor – Total biaya
= Rp 5 000.000,00 – Rp 1.880.000,00
= Rp 3.120. 000,00
6.
Pendapatan Keluarga
Pendapatan Keluarga = Pendapatan bersih +
Biaya tetap
= Rp 3.120.000,00 + Rp 750.000,00
= Rp 3.870.000,00
Keuntungan dari hasil produksi tersebut dapat digunakan
untuk pengembangan usaha tani selanjutnya karena dari keuntungan yang
diperoleh, setelah dapat mencukupi kebutuhan hidup masih ada uang yang tersisa
yang dapat digunakan untuk pengembangan usaha tani selanjutnya. Dengan asumsi bahan baku singkong yang digunakan dalam proses
produksi sebesar 500 kg diperoleh keuntungan sekitar Rp 3.120.000,00. Sehingga
jika 1 hektar tanah dapat menghasilkan 10 ton singkong, maka keuntungannya
adalah Rp 62.400.000,00. Dengan usaha keripik ini, tentu akan diperoleh
keuntungan yang lebih besar yang dapat meningkatkan penghasilan petani
dibandingkan jika hanya menjual singkong secara langsung.
ini address untuk pancasila dan kewarganegaraan (http://akhmad-rudianto1310521021.blogspot.com/2014/06/pancasila-dan-kewarganegaraan.html)
ini address untuk pancasila dan kewarganegaraan (http://akhmad-rudianto1310521021.blogspot.com/2014/06/pancasila-dan-kewarganegaraan.html)