Kamis, 19 Juni 2014

asas-asa manejemen


 KRIPIK PEDAS SINGKONG DENGA
Pembuatan keripik singkong
Pembuatan keripik singkong sangat sederhana dan tidak dibutuhkan keahlian khusus, tetapi perlu diperhatikan dalam memilih singkong dan teknik pembuatannya. Apabila menggunakan bahan singkong yang berkualitas baik dan juga teknik pembuatan yang baik, maka akan menghasilkan keripik singkong yang enak dan renyah. Singkong yang baik untuk keripik adalah singkong yang masih muda yang berumur sekitar 3 bulan,tidak memiliki banyak serat, dan diolah ketika singkong masih dalam keadaan segar.
Bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan keripik singkong adalah singkong, garam, bawang putih, air kapur sirih, air dan minyak goreng. Tahap-tahap pembuatan keripik singkong adalah sebagai berikut :
1.    Langkah awal pembuatan keripik singkong diawali dari memanen singkong yang sudah berumur sekitar 3 bulan. Dipilih singkong yang tidak terlalu tua, karena biasanya singkong yang tua cenderung lebih keras dibandingkan singkong yang muda.
2.    Singkong yang sudah dipanen lalu dibersihkan  dari kulit arinya,pembersihan ini dilakukan hingga tidak ada lagi kulit ari yang tersisa kemudian dicuci hingga bersih. Jika sudah di cuci dengan bersih, singkong tersebut di iris - iris. Pengirisan bisa dilakukan dengan dua cara yaitu vertikal dan horizontal, menurut selera dan nilai jualnya. Irisan harus tipis dan rata agar tidak keras.
3.    Bawang putih dan garam dihaluskan,kemudian dimasukkan ke dalam air,dan ditambahkan sedikit air kapur sirih.
4.    Kemudian irisan singkong dimasukkan ke dalam air yang sudah dibumbui lalu direndam ( sekitar setengah jam atau semalaman agar bumbunya meresap). Setelah itu ditiriskan, singkong yang telah direndam tersebut dikeringkan hingga benar - benar kering tanpa terkena sinar matahari secara langsung.
5.    Setelah singkong selesai dibersihkan dan diiris, kemudian masuk ke tahap penggorengan. Di saat menggoreng singkong, harus selalu dilakukan pengecekan agar tidak lengket satu sama yang lain. Dan dipastikan minyak untuk menggoreng singkong dalam keadaan cukup panas.
6.    Setelah keripik matang (bagian tepi irisan singkong bewarna kecoklatan), keripik singkong ditiriskan, selanjutnya keripik siap masuk ketahap berikutnya yaitu proses penimbangan dan pengemasan. Dalam proses ini tidak boleh sembarangan mengemasnya, harus dilakukan dengan teliti agar kemasan tertutup dengan benar. ( Adijaya, 2012)

2.3 Perbandingan keuntungan antara penjualan singkong secara langsung       dengan penjualan singkong sebagai keripik.
Dalam berwirausaha tujuan yang paling utama ialah memperoleh keuntungan. Untuk menanam singkong, rata-rata petani mengeluarkan modal kerja sekitar Rp 500.000,00 per hektar per musim tanam. Setelah 9 bulan sampai 1 tahun, mereka akan panen sekitar 10 ton singkong segar. Kalau disaat panen harga singkong Rp 500,00 per kg, petani akan memperoleh pemasukan sebesar Rp 5.000.000,00. Keuntungan mereka sebesar 900% dari modal kerja dalam kurun waktu 1 tahun. Sebuah prosentase keuntungan yang cukup baik. Pendapatan mereka dari singkong memang sangat besar prosentasenya, namun secara nominal petani singkong tidak akan dapat hidup dari komoditas tersebut. Itulah sebabnya harus ada suatu pemanfaatan singkong menjadi produk dengan nilai jual yang lebih  tinggi, salah satunya adalah dengan membuat usaha keripik singkong.
Dalam usaha keripik singkong, selain menggunakan singkong sebagai bahan utamanya juga diperlukan alat - alat dan bahan yang lain dalam proses pembuatannya. Sehingga selain modal awal penanaman singkong, juga diperlukan biaya produksi. Berikut ini adalah biaya yang diperlukan dalam  proses pembuatan keripik dengan asumsi singkong yang digunakan sebesar 500 kg per produksinya.
a.    Peralatan yang digunakan untuk produksi.
No
Jenis Alat
Jumlah (Unit)
Harga (Rp/unit)
Usia Usaha (th)
1
Penggorengan
2
50.000
5
2
Pisau
10
10.000
5
3
Kompor gas
2
200.000
5
4
Sarung tangan
2
5.000
1
5
Plastik
20
5.000
-

b.    Bahan baku  yang digunakan dalam sekali proses produksi.
No
Nama bahan baku
Jumlah(kg)
Harga (Rp)
1
Garam
10
1.000/kg
2
Bawang putih
10
15.000/kg
3
Minyak goreng
100
7 .000/kg
4
Kapur sirih
4
20.000/L

c.    Jumlah tenaga kerja yang digunakan dalam usaha.
No
Jumlah tenaga kerja
TKDK
TKLK
Pria
Wanita
Pria
Wanita

3
-
4
2
                   Keterangan :
                   TKDK : Tenaga kerja dalam keluarga
                   TKLK : Tenaga kerja luar keluarga
                   Upah tenaga kerja :
                         Ø Pria                     : Rp.  30.000/ HKP
                         Ø Wanita                : Rp.  30.000/HKP
                         Ø Jam kerja            : 4-6 jam/hari

d.   Harga hasil produksi.
No
Satuan
Harga(Rp)
1
1
5. 000


2.3.1 Analisis usaha
Diasumsikan dalam satu kali proses produksi rata - rata dihasilkan 1000  bungkus keripik dengan harga produk Rp 5.000,00 per bungkus. Pembayaran upah tenaga kerja dilakukan setiap pekerjaan selesai dilakukan. Perhitungan biaya produksi dan keuntungannya adalah sebagai berikut :
1. Biaya Variabel

Jumlah
@(Rp)
Total(Rp)
TLKL
4
35.000
140.000
Bawang putih
10 kg
15.000
150.000
Garam
10 kg
1.000
10.000
Minyak goreng
100 kg
7.000
700.000
Plastik
10 pack
5.000
50.000
Kapur sirih
4 kg
20.000
80.000
Total

1.130.000

     2. Biaya Tetap
Nama Alat
Jumlah
@ (Rp)
Umur Ekonomis
Total (Rp) setelah Penyusutan per tahun
Kompor gas
2 buah
200.000
5
400.000
Penggorengan
2 buah
50.000
5
10.0000
Sarung tangan
2 buah
5.000
1
100.00
Pisau
10 buah
10.000
4
100.000
TKDK
4
35.000
-
140.000
Total

750.000

     3. Total Biaya
         Total biaya = Biaya variabel + Biaya tetap 
                                = Rp 1.130.000,00 + Rp 750.000,00
                                = Rp 1.880.000,00
     4. Penerimaan Kotor
         Penerimaan Kotor = Jumlah produksi x Harga produksi
                                           = 1000 x Rp 5.000,00
                                           = Rp 5.000.000,00
     5. Pendapatan Bersih
         Pendapatan Bersih = Penerimaan kotor –  Total biaya
                                            = Rp 5 000.000,00  – Rp 1.880.000,00
                                            = Rp 3.120. 000,00
     6. Pendapatan Keluarga
         Pendapatan Keluarga = Pendapatan bersih + Biaya tetap
                                                = Rp 3.120.000,00 + Rp 750.000,00
                                                = Rp 3.870.000,00

           Keuntungan dari hasil produksi tersebut dapat digunakan untuk pengembangan usaha tani selanjutnya karena dari keuntungan yang diperoleh, setelah dapat mencukupi kebutuhan hidup masih ada uang yang tersisa yang dapat digunakan untuk pengembangan usaha tani selanjutnya.  Dengan asumsi bahan baku singkong yang digunakan dalam proses produksi sebesar 500 kg diperoleh keuntungan sekitar Rp 3.120.000,00. Sehingga jika 1 hektar tanah dapat menghasilkan 10 ton singkong, maka keuntungannya adalah Rp 62.400.000,00. Dengan usaha keripik ini, tentu akan diperoleh keuntungan yang lebih besar yang dapat meningkatkan penghasilan petani dibandingkan jika hanya menjual singkong secara langsung.   
ini address untuk pancasila dan kewarganegaraan (http://akhmad-rudianto1310521021.blogspot.com/2014/06/pancasila-dan-kewarganegaraan.html)               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar